Jumat, 03 Juni 2011

BIARLAH

BIARLAH NASIB GW BERJALAN APA ADANYA, SEMUA KEKECEWAAN GW MUNGKIN TAKAN BISA TEROBATI. kita jalani karma masing-masing, tentunya gw berharap banget luw ngalamin apa yang gw yang gw rasakan selama ini... gw udah cape ngomong sama luw, JANGAN KECEWAIN GW, JANGAN KECEWAIN GW.... sering gw ngomong gitu. Terlebih lagi luw dah komitmen dan janji sama gw.... dulu waktu gw kenal lo semua janji dan komitmen lo kaga bakalan gw anggap serius... toh gw ngerti waktu itu kita layaknya ABG yang masih labil... tapi untuk saat ini gw kaga bisa NERIMA... Dan apa yang gw takutkan memang terjadi..... kenapa sih orang yang gw sayang banget begitu tega?? kenapa juga orang yang ngecewain gw itu datang dari luw?? ini yang amat gw sesali......... Benar kata orang-orang cinta sewajarnya,, mungkin itu salah gw.. mencintai elu sangat-sangat tidak wajar.... sampe akhirnya gw dikecewain sama lu dan merasakan Sakitnya memang bener-bener bikin ga tenang gw hidup....... seandainya komitmen dan janji itu kaga ada. tentunya gw kaga bakalan ngarepin dan mencurahkan semua kasih sayang gw kepada lo.... gw kaga bakalan kaya gini... dan tentunya kekecewaan ini kaga bakalan ada.... terakhir atas perlakukan lo gw sungguh terhina karena lu anggap gw kaga bisa ngidupin lo.. dan memilih lelaki yang lebih kaya menurut lo.. tenang lah beb dunia berputar, lo sekarang kaya....... dan lo harus siap miskin suatu saat.... apa lo kuat menghadapi kehidupan yang miskin??? hah gw sanksi deh sama lo... gwtetapberdiriamitamitdehgwkalaubunuhdiri. Preeeeeeeeeeetttt

Rabu, 25 Mei 2011

APA SALAHKU??

Apa salahku Kau buat begini Kau tarik ulur hatiku Hingga sakit yang ku rasa * Apa memang ini yang kamu inginkan Tak ada sedikitpun niat ‘tuk serius kepadaku ** Katakan yang sebenarnya Jangan mau tak mau seperti ini Reff: Akhirnya kini aku mengerti Apa yang ada dipikiranmu selama ini Kau hanya ingin permainkan perasaanku Tak ada hati tak ada cinta Apa memang ini yang kamu inginkan Tak ada sedikitpun niat ‘tuk serius kepadaku Katakan yang sebenarnya Jangan mau tak mau seperti ini Kembali ke Reff: 2x Akhirnya kini aku mengerti Apa yang ada dipikiranmu selama ini Kau hanya ingin permainkan perasaanku Tak ada hati tak ada cinta Apa salahku

Senin, 07 Maret 2011

P E D I H

Engkau yang sedang patah hati Menangislah dan jangan ragu ungkapkan Betapa pedih hati yang tersakiti Racun yang membunuhmu secara perlahan

Engkau yang saat ini pilu Betapa menanggung beban kepedihan Tumpahkan sakit itu dalam tangismu Yang menusuk relung hati yang paling dalam

Hanya diri sendiri Yang tak mungkin orang lain akan mengerti Di sini ku temani kau dalam tangismu Bila air mata dapat cairkan hati Kan ku cabut duri pedih dalam hatimu Agar kulihat, senyum di tidurmu malam nanti Anggaplah semua ini Satu langkah dewasakan diri Dan tak terpungkiri Juga bagi…

Engkau yang hatinya terluka Di peluk nestapa tersapu derita Seiring saat keringnya air mata Tak mampu menahan pedih yang tak ada habisnya

Hanya diri sendiri Yang tak mungkin orang lain akan mengerti Di sini ku temani kau dalam tangismu Bila air mata dapat cairkan hati Kan ku cabut duri pedih dalam hatimu Agar kulihat, senyum di tidurmu malam nanti Anggaplah semua ini Satu langkah dewasakan diri Dan tak terpungkiri Juga bagi..mu…

Rabu, 02 Maret 2011

Mengenal mu diawali dengan kebahagian, Diakhiri dengan penghianatan [Selesai]

Ah masa indah bersamanya memang tidak akan membosankan, senyum khasnya, Manjanya, dengan modal lawakan aku yang gak garing-garing amat sih, terbukti dia tersenyum ko ^^, kayanya dia bahagia begitu juga aku. Aku bicara padanya, "Mah.... aku serius sama kamu, aku mau nikah denganmu", tiba-tiba dia diam, keceriaan itu sedikit hilang, ntah kenapa kebiasaan dia tidak hilang-hilang, kenapa dia tidak mau terbuka denganku?? kenapa harus ada rahasia?? aku paksa dia untuk berbicara akhirnya dia mau berbicara juga. "Katanya Orang sunda tuh doyan nikah, jadi ga boleh nikah dengan orang sunda".. Wew terdengar konyol dan menggelikan, ntah itu hanya alasan ataupun guyonan, aku mencoba untuk menyakinkannya, aku berfikir sih hal itu gak masalah. Aku yakin bukan itu masalahnya. Akhhh biarlah belum terlalu aku fikirkan hal itu, aku yakin yang mengganjal dihatinya adalah ketakutan akan masa depannya gimana?? terbukti dengan omongan dia selalu kesana. Ya aku mengerti dan aku juga bukan lelaki yang lepas akan tanggung jawab, dan bukan lelaki yang malas mencari rezeki. Pertemuan yang singkat, sangat singkat. Lumayan mengobati rasa kangenku..!!! Sms dan telp tiap hari aku lakukan. Sebulan 2-3 bulan sangat mesra. dan aku memaksa ingin bertemu dia lagi. tapi dengan keterbatasan waktu dia, rasa kangen itu aku pendam, sekali-kali aku ingin kesana, aneh dia tidak pernah ngasih alamatnya, ah biarlah fikirku. Hubungan tetap jalan walaupun jarak jauh aku yakin kita dapat menjaga amanah kita berdua. Tahun baru datang, aku sangat ingin ketemua dia, tapi aku tahu waktu yang mepet dan tentunya dia cuapek banget dengan aktivitasnya, ya sudah ga jadi deh.. tahun baruan bareng si bebeb.... gagal. Lagian kita berdua tidak kemana-kemana, dan tengah malem aku pastikan ia gak kemana-mana. Maklum takutttttttttttttttt banget dia jalan sama cowo lain :D.. Tiap hari aku telp dia, hmmm mungkin bosen juga kali ya, dengan suara aku, dengan sms aku dan dengan cerita-cerita aku yang itu-itu aja.. ya cerita NIKAH-NIKAH-NIKAH.... Akhir januari 2011 hubungan terganggu, hmmm tapi hal itu dapat teratasi dengan diawali permintaan maafku, akhirnya kita berdua menyatakan JANJI bahwa hubungan ini bakalan diakhiri dengan pernikahan. dan aku janji lebaran nanti aku akan kerumahnya di sebrang pulau sana. Malam jum'at perasaan ku ga enak, Kenapa hari-hari ini dia di telp ko males banget, kadang sms suka telat, apa ia tidak merasakan bahwa sms darinya itu hal penting buatku, setidaknya dapat mengobati rasa kangen ku padanya. Paginya aku ribut sama dia melalui sms, rasa curigaku, rasa cemburuku semakin kuat, aku bilang sama dia, Aku cemburu liat teman-teman di FBmu yang menggodai kamu tolong ganti statusmu itu. Ga usah kamu mencantumkan aku sebagai pacarmu!!! aku Sms terus menerus, dan diapun memilih diam, amarahku makin diubun-ubun. dan ia pun berucap "MEMANG AKU MASIH LAJANG, BELUM PUNYA SUAMI?".. ah sialll fikirku, emang aku dianggap apa? terlebih lagi janji-janji berdua telah kita ucapkan, aku pegang semua omongannya, dan aku mau melakukan apa saja demi dia, kenapaaaaa dia lupa dengan janjinyaaaaaaaaa?, terlebih lagi syarat2 untuk mempersunting dia telah aku sanggupi, satu tahun lagi aku akan menikahinya, akhirnya kata-kata cacian dan makian aku lontarkan !! sungguh aku khilaf itu hanya luapan emosiku. Akhirnya dengan berbesar hati, aku mohon maaf kepadanya, karena aku merasa bersalah dengan cacian itu, tapi asal kamu tahu, cowo mana yang gak marah yang tak dianggap sebagai kekasihnya, terlebih lagi janji-janji itu telah diucapkan. Kalau masih masa pacaran pastinya aku tidak mempermasalahkan, apalagi layaknya ABG kaya dulu. dan jangan berlindung di balik cacimaki ku seolah-olah dalam masalah ini aku yang salah padamu. Aku tahu ini yang kamu cari, biar bisa lari dari semua tanggung jawabmu, seandainya tidak ada kata-kata tersebut, aku pasti akan bersifat masa bodoh dan cuek denganmu. Usia kita udah pantas untuk menjadi suami istri, dan itu kemauanku, ku coba tuk sms dia, kirim massage FB, aku kasih puisi gak mempan, kasih joke, kaga ketawa, sms gak dibales-bales, ah pantang menyerah terus ku kejar dia, walaupun dalam masalah ini kita berdua memang sama-sama salah. Aku tetap berharap dia kembali padaku, karena kecurigaanku belum terbukti. Hari-hari yang amat berat, bikin aku begadang, menggangu kenikmatan sarapan, kerjaan kaga konsen, males beribadah, bah ga konsen banget!! Aku akui aku gampang marah, egois, dan cemburuan aku akui itu, makanya aku selalu berbesar hati dan selalu aku yang pertama kali meminta maaf padamu, tapi kenapa kamu tidak mengerti, kenapa sifat diammu masih kamu pelihara, kenapa keterbukaan itu tidak ada?. Kamu sendiri yang bilang keterbukaan itu lebih baik. Aneh ucapan sendiri tidak diterapkan. Ngomong pagi sore udah lain lagi.........!! Insting seorang lelaki apalagi seorang kekasih pasti sangat kuat, kegelisahan dan kekhawatiran pasti ada apa-apa dengan pasangannya, terbukti. Ternyata ada lelaki lain yang mengejar dia, bodohnya dia malah menerima segala pemberiannya, kenapa kaga bilang sama aku?? kalau penting-penting amat aku juga pasti maksain..............!!! bodoh banget disaat aku sudah menyanggupi segala keinginanmu, tapi kamu tidak berbicara padaku, mungkin kamu berfikiran gak baik rezeki di tolak, itu salah, semua pemberian lelaki pasti ada maksud dan tujuan tertentu, terbukti dengan perasaan kamu yang tidak enak sama dia, mungkin merasa iba atau apalah. Akhirnya masalah ini sedikit-sedikit terbuka, penghianatan dan omong kosongnya terbukti, dia mempunyai lelaki lain, lelaki yang lebih mapan dengan profesi yang mungkin fikirnya dapat memberikan apa yang diinginkan, mobil, kemewahan, kerjaan yang madesa (masa depan cerah)........ hmmm.... Hatiku merasa terpukul, kecewaaaaaa, kesalllll, batinku rapuh, ini sangat menyiksaku, Benar-benar ini suatu penyakit bagiku. Penyakit yang sulit aku obati. Teganya kamu berbuat itu..... maraaaaaaaahhh... ku sangat marah......... aku sumpahin kamu ga hidup tenang!! Materi, materi, materi, ketakutan, ketakutan akan kemiskinan!! siapa yang tidak suka materi?? siapa yang gak takut kemiskinan??? semua orang tahu itu dan semua orang ingin hidup lebih baik!! kenapa janji itu kamu ucapkan kalau tidak bisa kamu tepati, aku disini memang salah SALAH MENJADI ORANG MISKIN... dan SELALU DIANGGAP SEBELAH MATA olehMUU... Apa aku harus menyalahkan Tuhan yang telah menyusun kehidupan ini?? apa aku harus menyalahkan kedua orang tuaku??? AHHHH perasaan aku ga kere-kere amattttttttt. Aku sudah berusaha jujur dengan keadaanku, dan kamupun bangga akan kejujuranku.. MASIH INGAT TIDAK??? waktu itu diotakku hanya ada balas dendam dan ingin menyakitinya, ingin membuat dia menyesal seumur hidup. Tekad ituuuuuuu... aku ingin mengakimi dirinya!! Alhamdulillah hidayah dari Tuhan lagi-lagi datang dari siapa saja, hanya dengan Faceboook pikiranku yang kuat itu dapat berubah.. Terima kasih pak mario atas kutipan dan kata-kata motivasinya.. Kini membuatku lega. Aku tak bisa mencelakakannya, dan menyakitinya, karena rasa sayangku padanya yang begitu besar, walupun sakit hati dan penghianatan ini dia lakukan.
engkau sakit hati ya? Begini, ikuti cara ini, Mulailah dengan bersedih, ...marahlah, dan pikirkan pembalasan. Lalu sadarilah bahwa itu tak mungkin kau lakukan, sadarilah juga bahwa dia tak tahu dan tak peduli dengan deritamu itu. Terus untuk apa kau gunakan waktu, pikiran, dan kewarasanmu untuk memikirkan dia yang tak memikirkanmu? Sudahlah. Berfokuslah menjadikan dirimu pandai dan mampu. Lihat saja nanti.........
Lihat saja nanti,.... benar lihat saja nanti....Aku sebagai mahluk-Nya tidak pantas untuk mengahakimi mu, aku tidak pantas.. biarlah semua kebohongan dan semua omongkosongmu aku serahkan kepada Tuhan, dan tetap aku selalu berdoa yang terbaik buatmu!! Berbahagialah dengannya, aku yakin bersamanya kamu akan bahagia, harta, kekayaan, anak yang sehat semuanya pasti ada jika kamu hidup dengannya. Lengkap sudah.. Diriku yang kini sendiri tanpa kamu disisiku, candamu, senyummu, semuanya sulit untuk dilupakan. Aku sekarang mencoba tersenyum dan merestui hubungannya................ Biarlah cerita ini aku kubur dengan berkurangnya usiaku, Biarlah luka ini aku obati dengan berkurangnya waktu. Hidup tak lebih dari 63 tahun, kesenangan duniawi yang semu, yang dapat membutakan hati, dan akal sehat. Terima kasih atas semua kepalsuan ini, terima kasih atas omong kosong ini, terima kasih atas semua Janji palsumu dan terima kasih atas semua kebohongan yang begitu MANIS ku rasakan, permainan ini sudah berakhir, aku bukanlah permainan mu yang bisa kau mainkan kapan saja. Hatiku Rapuh, Jiwaku hilanggggggggg OPAY TETAP SEMANGATTTTTTTT
----------------THE END------------

Mengenal mu diawali dengan kebahagian, Diakhiri dengan penghianatan [Part 5]

Ah benar-benar, tanpa dirinya diriku tidak ada semangat untuk membangun semuanya dari awal, baik itu karir dan hubunganku denganya, aku tak munafik dia memang menjadi inspirasiku, penyemangatku Juga Sebagian tujuan hidupku. Hari demi hari aku lewati dengan segala keluh kesah dan kegelisahan, untuk mencoba menghilangkan perasaan bersalah dan perasaan sayang yang teramat melekat dalam hati, ku coba tuk berhubungan dengan wanita lain, tapi itu hanya sesaat. Tak bisa sungguh tak bisa ku melupakannya, mau menghubungi dia kemana?? sedangkan aku dalam keadaan gembel kaya gini? kadang makan dari orang tua juga malu, Apa aku rela membagi kegembelan aku padanya, padahal ku sangat ingin membahagiakan dirinya baik itu dari segi materi, apalagi Pergaulan anak muda jalanan yang ga jelas dan urakan, yang membuat aku lupa dengan sang khaliq. "Astagfirulloh" Akhirnya ada teman yang mengajak aku ke suatu tempat, ya suatu tempat yang tidak asing bagiku, disana banyak remaja, pemuda bahkan orang tua, yang dulu tidak pernah aku perhatikan dan bersifat cuek dan masa bodo. Disanalah pintu hidayah terbuka, "Terima kasih tuhan hidayah dari mu memang datang dari siapa saja". Aku ikuti apa kata guruku, ku coba untuk melawan semua gejolak dihati yang memang tidak menginginkan aku untuk bangkit. Tidak terasa hampir 3 bulan pergaulan yang negative aku tinggalkan, akhirnya jalan itu terbuka sedikit demi sedikit. Alhamdulillah kerjaan datang dengan sendirinya sesuai dengan bidangku dulu, walaupun gajiku terbilang kecil, ku mulai dari awal, dengan hanya bermodalkan keinginan yang kuat. Tepat Bulan januari 2009, akhirnya aku dapat berkomunikasi lagi dengannya, sedih, senang terharu, akhirnya aku menemukan ia kembali, alhamdulillah ternyata ia tidak melupakanku, walaupun kita berdua tidak ada hubungan, tapi terasa akrab. Saling curhat dengan kegagalan cintanya. Ia berkata "Yank aku egois yah? sepenggal percakapanku dengannya, ia mengadu kesel dengan cowonya. Jujur aku naik pitam dan marah dengan perlakuan cowonya, ntah kenapa aku bisa kaya gitu, disamping rasa cemburu yang begitu kuat, serta perasaan yang tidak rela orang yang aku sayangi dikecewakan. Moga aja dia bisa melupakan mantannya itu..... Akhirnya kita sepakat untuk ketemuan kembali, dan ia mau datang. Tangal 28 Januari kita ketemu, walupun tidak ada hubungan apapun, kita berdua sangat akrab, saling melepas kangen , rindu, tertawa bersama. Gembiranya hatiku. "Aku kangen dengkuranmuuuuuu". Senyum kalau lihat ember................. :D Sangat singkat pertemuanku itu dan kembali ke kehidupan masing-masing. Aku tidak melarang dia berhubungan dengan lelaki lain, lagian aku tak punya hak, aku hanya sebagai mantan, tapi alhamdulillah sms dan telp masih dilakukan. Setahun lamanya aku bekerja, aku coba mengumpulkan sedikit demi sedikit, akhirnya aku bisa berwirausaha sendiri dan menghubunginya dia kembali. Ekonomiku maju selangkah ke depan dan aku ingin membagi kebahagian itu dengannya tidak dengan yang lain, dia meresponku dan akan bertemu setelah idul adha 2010. Ku tanya jadi ga kesini? ia menjawab "ia, tunggu aja". Akhirnya kita ketemu asyikkkkkkkkkkkk ketemu dengan ayank lagi hooooooo......

MENCINTAIMU SUNGGUH MENYAKITKAN

Disaat aku mulai menyayangimu kau buang aku.. mengacuhkan aku, mematahkan semua rasa yang tumbuh dihati, aku sakit, aku terluka, terlebih lagi karna sikapmu yang tidak memperdulikanku lagi, seolah kau menganggap ku tak ada.

kini aku terjebak akan cintamu, yang tak mungkin ku gapai, kehilangan kasihmu yang tak'an pernah kurasakan lagi, semuanya telah hilang seiring dengan berkurangnya usiaku.

disaat aku tidak memiliki rasa untukmu, kau selalu hadir menaburkan benih-benih cinta untukku, dengan sadar kau telah membuat ku jatuh cinta kepadamu, sakitnya hati yang telah kau khianati, sakitnya perasaan yang kini kau tinggalkan, membuatku jatuh ke dalam keterpurukan yg tak berarti.

sadarkah kau akan perbuatamu?? menurutmu inikah yang terbaik untukku?? mencampakkan aku disaat aku sangat menyayangimu.. meninggalkan aku bersama kebahagiaan SEMU itu..

inikah yang kau mau?? melihat hatiku hancur bersama cintaku.. melihat ku terpuruk karna perbuatanmu.. bahagiakah kau atas perbuatanmu??

Terima kasih atas semua kepalsuan ini, terima kasih atas semua kebohongan yang begitu manis ku rasakan, permainan ini sudah berakhir, aku bukanlah permainan mu yang bisa kau mainkan kapan saja

Aku masih punya perasaan. Perasaan itu akan sakit bila dimainkan seperti ini.. kebohongan ini membuatku muak, sampai aku tak ingin mencinta lagi, sudah cukup hati ini terluka karnamu, dan aku tidak ingin terluka lagi..

KISAH HARU SEORANG ANAK KECIL

Sepasang suami isteri – seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga setengah tahun. Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur. Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya. Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dan ia pun mencoret lantai tempat mobil ayahnya diparkirkan , tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak kelihatan. Dicobanya lagi pada mobil baru ayahnya. Ya... karena mobil itu bewarna gelap, maka coretannya tampak jelas. Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya. Hari itu ayah dan ibunya bermotor ke tempat kerja karena ingin menghindari macet. Setelah sebelah kanan mobil sudah penuh coretan maka ia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu rumah. Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istri itu melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, "Kerjaan siapa ini !!!" .... Pembantu rumah yang tersentak engan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah adam ketakutan lebih-lebih melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan ' Saya tidak tahu..tuan." "Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan?" hardik si isteri lagi. Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata "Dita yg membuat gambar itu ayahhh.. cantik ...kan!" katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja seperti biasa.. Si ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon di depan rumahnya, terus dipukulkannya berkali-kali ke telapak tangan anaknya . Si anak yang tak mengerti apa apa menagis kesakitan, pedih sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya. Sedangkan Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan. Pembantu rumah terbengong, tidak tahu harus berbuat apa... Si ayah cukup lama memukul-mukul tangan kanan dan kemudian ganti tangan kiri anaknya. Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu, pembantu rumah tersebut menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar. Dia terperanjat melihat telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka-luka dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiramnya dengan air, dia ikut menangis. Anak kecil itu juga menjerit-jerit menahan pedih saat luka-lukanya itu terkena air. Lalu si pembantu rumah menidurkan anak kecil itu. Si ayah sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah. Keesokkan harinya, kedua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu ke majikannya. "Oleskan obat saja!" jawab bapak si anak. Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si ayah konon mau memberi pelajaran pada anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu, meski setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. "Dita demam, Bu"...jawab pembantunya ringkas. "Kasih minum panadol aja ," jawab si ibu. Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Dita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya. Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Dita terlalu panas. "Sore nanti kita bawa ke klinik.. Pukul 5.00 sudah siap" kata majikannya itu. Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan agar ia dibawa ke rumah sakit karena keadaannya susah serius. Setelah beberapa hari di rawat inap dokter memanggil bapak dan ibu anak itu. "Tidak ada pilihan.." kata dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong karena sakitnya sudah terlalu parah dan infeksi akut..."Ini sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus dipotong dari siku ke bawah" kata dokter itu. Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yg dapat dikatakan lagi. Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan pembedahan. Keluar dari ruang bedah, selepas obat bius yang disuntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga keheranan melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata. "Ayah.. ibu... Dita tidak akan melakukannya lagi.... Dita tak mau lagi ayah pukul. Dita tak mau jahat lagi... Dita sayang ayah..sayang ibu.", katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya. "Dita juga sayang Mbok Narti.." katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuat wanita itu meraung histeris.
"Ayah.. kembalikan tangan Dita. Untuk apa diambil.. Dita janji tidak akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Dita mau makan nanti ?... Bagaimana Dita mau bermain nanti ?... Dita janji tidak akan mencoret-coret mobil lagi, " katanya berulang-ulang.
Serasa hancur hati si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung-raung dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi tiada manusia dapat menahannya. Nasi sudah jadi bubur. Pada akhirnya si anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan dan ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski sudah minta maaf...Tahun demi tahun kedua orang tua tersebut menahan kepedihan dan kehancuran bathin sampai suatu saat Sang Ayah tak kuat lagi menahan kepedihannya dan wafat diiringi tangis penyesalannya yg tak bertepi..., Namun...., si Anak dengan segala keterbatasan dan kekurangannya tersebut tetap hidup tegar bahkan sangat sayang dan selalu merindukan ayahnya..
KETIKA HARTA MEMBUTAKAN HATI!!!

Mengenal mu diawali dengan kebahagian, Diakhiri dengan penghianatan [Part 4]

Tiba masanya waktu itu datang. Suatu hubungan yang tidak bisa di pertahankan, dan memilih untuk mempertahankan ego masing-masing, akhirnya hubungan kami kandas dijalan, disamping aku ada masalah dengan bos aku, ditambah dengan masalah aku dengannya yang tak jelas akar masalahnya serta tak kunjung selesai, sikap diamnya yang membuat aku makin tak ngerti, makin membuat aku kesal. Kenapa tidak cerita, ada apaaaaaaaaaaaaa? Akhirnya tepat akhir Desember aku putuskan untuk keluar dari kerjaanku dan meninggalkannya, tanpa memutuskan hubunganku dengannya, begitu pula ia. Kini aku menjadi pengangguran, yup pengangguran. Keadaan yang tidak bisa aku mengerti dan belum bisa aku terima,selama di kampung halaman, sedikit demi sedikit kisah itu ku coba tuk hapus dari memori otakku, aku berusaha mencari kerjaan yang baru. Selama 2 bulan akhirnya kerjaan itu aku dapatkan, walaunpun masih serabutan. Hmmm teringat dengan dia, aku coba putuskan untuk main ke kakakku, di daerah Jakarta, aku coba SMS dia, ah akhirnya dibalas juga ternyata dirinya belum melupakanku, mungkin emosi yang kemarin adalah emosi sesaat. Hmm akhirnya aku bisa ketemu dia lagi ^^, dan waktu itu kebetulan Bulan lalu dyra ulang tahun
Maaf ya beib ngucapinnya telat. Makasih ya, nasi gorengnya, Bawanya banyak bener, porsi buruh pabrik bo :D.
Waktu sudah sore hari, pertemuan itu mungkin yang terakhir. Karena jauhnya kerjaan ku, tidak pernah ada kata putus dari bibir kita masing-masing, hubungan ini menggantung, dan aku sendiri membebaskan dirinya untuk berhubungan dengan cowo lain. Karena aku tahu aku tak bisa memanjakan dirinya dari segi materi, disamping kerjaan aku yang tak jelas, dan lebih banyak aku diam di rumah. Lama aku tidak menghubunginya hampir 1 tahun lamanya. Tidak pernah ada kabar, dan no hpnya tidak aktif-aktif. Biarlah kisah ini aku kubur sendiri, bersama berjalannya waktu, bersama berkurangnya usiaku. Kini aku sendiri dengan segala kekuranganku. Karir yang tidak kunjung berubah, tanpa kamu disisiku. Aku tahu aku bukan lelaki yang dapat memberikan apa yang kamu mau, Tapi asal kamu tahu diriku masih punya tanggung jawab yang selama ini aku tak bisa aku lepaskan, Janji yang aku selalu ucapkan kepadamu. Bukan karena aku Janji itu tidak terwujud, inilah suratan takdir dan scenario dari Tuhan...

Selasa, 01 Maret 2011

Mengenal mu diawali dengan kebahagian, Diakhiri dengan penghianatan [Part 3]

Paginya aku berangkat ke daerah sunter, Hari itu juga aku mulai kerja, dibantu dengan rekan-rekan senior di kantor baruku kerjaan jadi begitu mudah, hmm, ditambah suasana kantor yang sangat nyaman, tidak lupa setiap hari aku SMS atau telepon ayangku, maklum ga bisa seharipun aku tak mendengarkan suara dan kabar darinya. 15 hari aku lewati hubungan itu dengan lancar. Waktu aku lagi ada kerjaan ke luar, kebetulan lagi ada maintenance tower, dan pemasangan antena yang kurang, sambil belajar kepada senior. Aku lihat pemandangan jakarta yang indah, hari sudah mulai gelap, lampu-lampu sudah terlihat menyinari kota jakarta. Tiba-tiba hati ku gusar dan khawati, ntah kenapa perasaan itu datang tiba-tiba, teringat akan dia, aku sms, tidak dibales, di telp tidak dibales. Arghh bikin aku kesal. Paginya kebetulan hari itu aku libur, aku belain datang ke tempat kerjaan ku dulu, sekalian aku ingin ketemu dia, dan menanyakan ada apa?? kenapa sifatmu berubah? ada-ada aja masalah. aku sama sekali tidak ketemu dia, aku kembali dengan perasaan kesal, kecewa. Mencoba untuk berfikir positif. Tapi, ntah kenapa semenjak aku pindah kerja sifat dia berubah, timbul kecurigaan aku tentang lelaki lain dihatinya. Akhirnya aku putuskan untuk kembali lagi ke kerjaan yang dulu, karena aku tidak mau putus dan jauh dari dia, Biarlah karir ku kandas, "Mohon Maaf buat Temenku sekaligus sebagai kakak yang telah memberikan kesempatan tersebut buat diriku, karena ku menyia-nyiakan jasa dan kesempatan tersebut." Akhirnya hubungan kami kembali terjalin dengan baik, ya dengan baik, Hampir satu tahun lkita berdua menjalankan hubungan ini, suka duka, canda tawa, semuanya melengkapi kisah perjalanan hidup ini. Namun dibalik itu rencana Tuhan tentunya tidak kita ketahui......

Mengenal mu diawali dengan kebahagian, Diakhiri dengan penghianatan [Part 2]

Hubunganku waktu itu lagi mesra-mesranya, tiap hari aku ketemu, tiap hari aku bercanda dan saling memanjakan, maklum tempat kerja kita sebelahan, Stttttt boleh dibilang Cinta Terlarang, Terlarang sama bos masing-masing xixixi :). Setiap magrib Fera selalu datang ke tempat kerja ku, hmm mungkin ia ingin ngasih tahu bahwa kalau pulang pengen dianterin ^^, maaf ya beib aku bukan cowo pengertian T_T, ga sadar dengan keinginan kamu dan apa-apa harus dibilangin dulu. Pernah suatu hari, aku lagi pules-pulesnya tidur, maklum hari itu aku cuapek banget, kerja shift 2x karena temanku pulang kampung, tidurku keganggu karena ada desiran angin yang tidak normal hee, ternyata Fera lagi ada di sampingku, badanku dikipas-kipasin, kadang terasa anginnya gede bener dan kadang nggak, ntah kesal ga bangun-bangun apa memang dia perhatian sama aku hmm, ntah lah walupun dia ngipasin badanku sambil melet-melet biarin ah, yang penting aku nyaman, aku cuek bebek aja, maaf ya beib :). Akhirnya aku terbangun karena ada sesuatu di dadaku, wew ternyata ada kepala ayangku yang lagi nyender, (kurang kerjaan yah) ntahlah momen itu ga bisa hilang dari kepalaku. Akhirnya aku terbangun, aku peluk ia... mungkin inilah cinta sejatiku "Fikirku" hmm indahnya. Ada juga yang bikin aku senyum, waktu aku lagi nganterin, dia, kebetulan ojeg yang biasa nganterin fera gak ada, beruntung banget ada temen aku, aku pinjem deh tuh motor. hhihi, lucu banget, mau-maunya ia naik motor butut, di tengah-tengah gemerlapnya ibu kota. Aku makin bangga dengan dia, mudah-mudahan gak kepaksa ^^ Hubunganku lumayan berjalan mulus, namun ada aja yang namanya hubungan pasti ada pertengkaran, ah itu sudah lumrah!! waktu itu aku kesal, dia ko berubah, kita berdua hampir saja putus, aku tarik tangannya, aku mohon maaf aku nangis, aku peluk dia dari belakang. Dia tidak peduli, konyolnya aku ngancem mau bunuh diri loncad dari jendela, padahal tuh bangunan cuma dua tingkat, paling patah tulang kali yah, wew kaya adegan sinetron aja :p. Aku nangis, ayangku memelukku, kita berdua larut dalam tangisan. Baru pertama kali aku merasakan seorang wanita yang memeluk aku dengan keadaan menangis. Oh Tuhan aku makin sayang sama dia, walaupun dia bukan pacar pertamaku, ku janji akan kujadikan dia pacarku terakhirku, aku mau menikah dengannya Ya Alloh. Hubungan kami kembali berjalan, Alhamdulillah karena aku sudah niat serius dan ingin menikahi dia dari awal, Aku berusaha keras untuk membangun karir ku. Akhirnya aku mendapatkan kerjaan yang lumayan baik menurutku dan dapat menambah pengetahuan ku dibidang IT. Kabar baik dari temenku tentang kerjaan tersebut, akhirnya aku keterima kerja di salah satu perusahan ISP di daerah Sunter. Malamnya aku bilang dan sekalian pamitan mau pindah kerjaan, sedikit rengekan manja dari seorang dyra ya dyra adalah Fera panggilan kesukaannya. (Tidak tahu apa itu nama mantanya atau apa). Setelah aku jelaskan dan demi kebaikan kita berdua, akhirnya aku memutuskan untuk kerja di tempat tersebut, mudah-mudahan apa yang aku harapkan tentunya terwujud, tidak lupa aku pamitan sama bos aku dan bilang ini hanya sementara, karena aku berat meninggalkan kamu dyra, walupun jarak kami berdua tidak lebih dari 15 km........

Mengenal mu diawali dengan kebahagian, Diakhiri dengan penghianatan [Part 1]

Tahun 2006 Aku mengenal dia, berawal dari kebiasaan ku yang sering melihat indahnya suasana jakarta dipagi hari, kicauan burung peliharan yang lumayan terdengar nyaring, yang dimana pemandangan tersebut jarang terjadi di Jakarta yang terkenal dengan hiruk pikuk para penghuninya. Aku melihat seorang wanita yang begitu rupawan dimataku, yang menarik hatiku. Oh tidak aku melihat wanita tersebut menangis, menangis dengan memeluk kedua lututnya, Ada apa gerangan?? Penasaran yang sangat kuat membuat fikiran ku kalut, kenapa wanita yang menarik hatiku tersebut menangis?? Fikirku.. mungkin ada masalah dengan rekan kerjanya. Ah sudah Kenapa aku harus ikut khawatir memang siapa dia?? tapi batinku tetap berontak, dan ingin merasakan apa yang dia rasakan. Hari-hari terus berlalu, kebiasaan ku mengintip aktifitas dia terus aku lakukan, Aku pandangi dia dengan senyuman, membayangkan hidup berdua dengannya, oh indahnya Tuhan, "benar kata pepatah mungkin dunia ini hanya milik berdua", mungkinkah aku dapat memilikinya? hatiku berkata "Ya Alloh Jadikan dia Pacarku, Aku Janji Jika nanti dia miliku, Aku akan Menikahinya" Lamunanku terganggu dengan teriakan bos aku, sudah, hari ini aku cukupkan melihat dia, mulai beraktifas dan bekerja seperti biasanya, disela-sela kerjaan ku aku sempatkan untuk melihatnya, walaupun kadang hanya melihat dia di dalam. Suatu pagi stock minuman habis, aku berinisiatif membeli beberapa stock minuman, bremmm.... tancap gas.... sampai di tempat tujuan, aku lihat dia ada disana, ternyata sama ia juga sedang belanja kebutuhan Tempat kerjanya, Jantungku berdetak kencang, Betapa Ayu wajahnya... baru pertama kali aku melihat dia di depan aku.. Jantungku semakin berdetak, ingin rasanya aku mengatakan "AKU CINTA KAMU" tapi mulut ini terasa terkunci, mungkin karena rasa ketertarikan aku yang begitu besar serta adanya rasa mintder itu sendiri, hanya untuk kenalan aja aku sangat malu dan tidak Pede dengan keadaanku. Ah sial kesempatan emas aku gagal untuk hari ini, dia tidak melihatku, cuek, akhirnya dia pergi. Kebetulan aku mempunya teman baik, teman main game online, dan satu hoby, dia keterima kerja di tempat wanita yang aku impikan tersebut, sedikit-sedikit aku korek informasi dari dia, alhamdulillah aku dapat id YM dia, aku coba untuk mencari account Friendster dia, Yes.. akhirnya ketemua juga... Hatiku senang bukan kepalang, mungkin ini jalan buat mendapatkan cintanya. Akhirnya waktu itu tiba aku bisa kenalan dia lewat YM, dan Friendster, berkali-kali aku bertegur sapa dan kirim testimoni sama dia, alhamdulillah tegur sapa dan candaku dibalasnya, tuhan mungkinkan doaku terkabul untuk mendapatkan hatinya??"gumanku", seiring dengan waktu akhirnya aku dapatkan No. Hpnya, dari Chating, Friendster, SMS dan telp akhirnya aku makin akrab. Tiba saatnya sedang asyik-nya aku Nginstalin komputer, dan Yman sama dia, aku tantangin untuk datang ke tempat kerjaku, aku kira dia ga bakalan berani datang. Wew... ternyata dia datang juga. Padahal aku masih pake sarung, belum sempat ganti habis sholat magrib. Dia datang ke tempat kerjaku. Ah malunya, Anehnya dia tanpa malu dan canggung menyapa aku. Malah bisa dibilang kita berdua kaya sudah lama kenal. Aku peluk dia, aku berkata. "Fera dari dulu aku sering melihatmu, maaf kalau aku lancang, Aku ga bisa berbohong tentang perasaanku, Aku Sayang kamu, lalu aku bertanya, "kamu sayang aku tidak"?? ia menjawab dengan senyuman khasnya, "Jika aku tidak sayang kamu kenapa aku kesini".. Ya Tuhan akhirnya impian aku terwujud juga, Aku peluk dia, aku sangat bersyukur bisa mendapatkannya. Tepat bulan Maret Aku dapetin Fera. Aku catat itu aku ingat itu, sampai kapanpun tidak bakal aku lupain momen-momen indah itu............

Senin, 28 Februari 2011

Kenapa Begini, Kenapa Begitu?

Pagi ini aku melintas sebuah pekuburan megah dengan gapura indah bertuliskan “khusus korban bunuh diri”.Aku memang tidak pernah sekali pun berniat untuk bunuh diri.Tapi rasanya sekarang ini aku mulai bisa mengerti, dan dapat merasakan mengapa seseorang bisa sampai pada suatu keputusan untuk bunuh diri. Ah…..orang-orang yang sudah berhasil bunuh diri pasti menuduh aku orang yang sok tahu.

“mana mungkin kamu bisa memahami beban hati kami, seorang almarhum berteriak.

‘iya,jangan sok tahu”, kedengarannya itu dari seorang almarhumah....

‘lho mengapa kalian jadi memonopoli penderitaan? Apa kalian tidak tahu orang yang paling menderita dan yang lain tidak?” Aku ganti berteriak...

apa kalian tidak mau tahu, dan tidak mau mendengar, ceramah para alim ulama?? Aku ucapkan dengan suara yang lantang... akhirnya keributan itu hilang dengan sendirinya.

Aku kembali meneruskan perjalananku, gumanku "ada-ada aja hidup ini" bermacam-macam kejadian unik, tidak masuk akal dan kadang bisa bikin tertawa.. Hidup ini memang misteri..

sengguh maha besar perancang scenario kehidupan ini. Siapkah anda untuk menerima segala resiko apa pun itu?? inilah hidup, hanya dirimu yang dapat merubahnya.

awas bahaya laten bunuh diri

Janji yang diingkari

Aku tertegun sejenak malam itu
Kembali sebuah emosi mengisahkan akhir Pepisahan yang menggores luka lama Perih ku rasa tapi kau hanya kebahagiaan semu. Terima kasih pernah mencintaiku Meski dalam kepura-puraan mu Terima kasih pernah mewarnai hariku Meski aku tahu tanpa ketulusan. Kau, harus tahu bahwa aku baik-baik saja Kau, harus tahu bahwa aku tidak menangis Perkataanmu tak seindah perbuatanmu* Perbuatanmu tak sesuai harapan* kamu tidak pernah mengerti keinginanku kamu terlalu egois untuk bisa memahamiku Tapi aku tetap bertahan. Hingga saat ini tiba batas waktuku. Aku tidak pernah menyesali semua yang telah terjadi Keraguanku akan dirimu telah terbukti Kau bukan sesuatu yang patut di pertahankan Waktu telah mengajariku & membuka mataku. Dari lubuk hati aku memafkanmu Ku coba untuk tidak membencimu sedikit pun Dan setulus hatiku aku berterimakasih Untuk segala hal indah saat kita bersama. Tak peduli apa kau masih akan menganggapku ada Tak peduli apa kau akan tertawa Karena aku tidak menangis kerena kehilanganmu Karena kini yang aku rasa hanya kelegaan. Sekuat hati akan ku lupakan semua omong kosong ini Aku tahu tak akan ada cinta sejati dalam dirimu Kau ucapkan selamat tinggal untuk selamanya Dan aku akan berkata "Bencilah aku semampumu" biarlah sakit hati ini aku bawa sampai mati, Amarah yang aku pendam sudah aku keluarkan, ini adalah jalan hidupku, ini adalah peranku.. Aku terima Tuhan segala rencanamu, walaun batin ini tidak mampu menahan penderitaan ini. *Someone words Februari 2011 payangalaw