Senin, 28 Februari 2011

Kenapa Begini, Kenapa Begitu?

Pagi ini aku melintas sebuah pekuburan megah dengan gapura indah bertuliskan “khusus korban bunuh diri”.Aku memang tidak pernah sekali pun berniat untuk bunuh diri.Tapi rasanya sekarang ini aku mulai bisa mengerti, dan dapat merasakan mengapa seseorang bisa sampai pada suatu keputusan untuk bunuh diri. Ah…..orang-orang yang sudah berhasil bunuh diri pasti menuduh aku orang yang sok tahu.

“mana mungkin kamu bisa memahami beban hati kami, seorang almarhum berteriak.

‘iya,jangan sok tahu”, kedengarannya itu dari seorang almarhumah....

‘lho mengapa kalian jadi memonopoli penderitaan? Apa kalian tidak tahu orang yang paling menderita dan yang lain tidak?” Aku ganti berteriak...

apa kalian tidak mau tahu, dan tidak mau mendengar, ceramah para alim ulama?? Aku ucapkan dengan suara yang lantang... akhirnya keributan itu hilang dengan sendirinya.

Aku kembali meneruskan perjalananku, gumanku "ada-ada aja hidup ini" bermacam-macam kejadian unik, tidak masuk akal dan kadang bisa bikin tertawa.. Hidup ini memang misteri..

sengguh maha besar perancang scenario kehidupan ini. Siapkah anda untuk menerima segala resiko apa pun itu?? inilah hidup, hanya dirimu yang dapat merubahnya.

awas bahaya laten bunuh diri

Janji yang diingkari

Aku tertegun sejenak malam itu
Kembali sebuah emosi mengisahkan akhir Pepisahan yang menggores luka lama Perih ku rasa tapi kau hanya kebahagiaan semu. Terima kasih pernah mencintaiku Meski dalam kepura-puraan mu Terima kasih pernah mewarnai hariku Meski aku tahu tanpa ketulusan. Kau, harus tahu bahwa aku baik-baik saja Kau, harus tahu bahwa aku tidak menangis Perkataanmu tak seindah perbuatanmu* Perbuatanmu tak sesuai harapan* kamu tidak pernah mengerti keinginanku kamu terlalu egois untuk bisa memahamiku Tapi aku tetap bertahan. Hingga saat ini tiba batas waktuku. Aku tidak pernah menyesali semua yang telah terjadi Keraguanku akan dirimu telah terbukti Kau bukan sesuatu yang patut di pertahankan Waktu telah mengajariku & membuka mataku. Dari lubuk hati aku memafkanmu Ku coba untuk tidak membencimu sedikit pun Dan setulus hatiku aku berterimakasih Untuk segala hal indah saat kita bersama. Tak peduli apa kau masih akan menganggapku ada Tak peduli apa kau akan tertawa Karena aku tidak menangis kerena kehilanganmu Karena kini yang aku rasa hanya kelegaan. Sekuat hati akan ku lupakan semua omong kosong ini Aku tahu tak akan ada cinta sejati dalam dirimu Kau ucapkan selamat tinggal untuk selamanya Dan aku akan berkata "Bencilah aku semampumu" biarlah sakit hati ini aku bawa sampai mati, Amarah yang aku pendam sudah aku keluarkan, ini adalah jalan hidupku, ini adalah peranku.. Aku terima Tuhan segala rencanamu, walaun batin ini tidak mampu menahan penderitaan ini. *Someone words Februari 2011 payangalaw