
Ah masa indah bersamanya memang tidak akan membosankan, senyum khasnya, Manjanya, dengan modal lawakan aku yang gak garing-garing amat sih, terbukti dia tersenyum ko ^^, kayanya dia bahagia begitu juga aku.
Aku bicara padanya, "
Mah.... aku serius sama kamu, aku mau nikah denganmu", tiba-tiba dia diam, keceriaan itu sedikit hilang, ntah kenapa kebiasaan dia tidak hilang-hilang, kenapa dia tidak mau terbuka denganku?? kenapa harus ada rahasia?? aku paksa dia untuk berbicara akhirnya dia mau berbicara juga.
"Katanya Orang sunda tuh doyan nikah, jadi ga boleh nikah dengan orang sunda".. Wew terdengar konyol dan menggelikan, ntah itu hanya alasan ataupun guyonan, aku mencoba untuk menyakinkannya, aku berfikir sih hal itu gak masalah. Aku yakin bukan itu masalahnya. Akhhh biarlah belum terlalu aku fikirkan hal itu, aku yakin yang mengganjal dihatinya adalah ketakutan akan masa depannya gimana?? terbukti dengan omongan dia selalu kesana. Ya aku mengerti dan aku juga bukan lelaki yang lepas akan tanggung jawab, dan bukan lelaki yang malas mencari rezeki.
Pertemuan yang singkat, sangat singkat. Lumayan mengobati rasa kangenku..!!! Sms dan telp tiap hari aku lakukan. Sebulan 2-3 bulan sangat mesra. dan aku memaksa ingin bertemu dia lagi. tapi dengan keterbatasan waktu dia, rasa kangen itu aku pendam, sekali-kali aku ingin kesana, aneh dia tidak pernah ngasih alamatnya, ah biarlah fikirku. Hubungan tetap jalan walaupun jarak jauh aku yakin kita dapat menjaga amanah kita berdua.
Tahun baru datang, aku sangat ingin ketemua dia, tapi aku tahu waktu yang mepet dan tentunya dia cuapek banget dengan aktivitasnya, ya sudah ga jadi deh.. tahun baruan bareng si bebeb.... gagal. Lagian kita berdua tidak kemana-kemana, dan tengah malem aku pastikan ia gak kemana-mana. Maklum takutttttttttttttttt banget dia jalan sama cowo lain :D..
Tiap hari aku telp dia, hmmm mungkin bosen juga kali ya, dengan suara aku, dengan sms aku dan dengan cerita-cerita aku yang itu-itu aja.. ya cerita NIKAH-NIKAH-NIKAH....
Akhir januari 2011 hubungan terganggu, hmmm tapi hal itu dapat teratasi dengan diawali permintaan maafku, akhirnya kita berdua menyatakan
JANJI bahwa hubungan ini bakalan diakhiri dengan pernikahan. dan aku janji lebaran nanti aku akan kerumahnya di sebrang pulau sana.
Malam jum'at perasaan ku ga enak, Kenapa hari-hari ini dia di telp ko males banget, kadang sms suka telat, apa ia tidak merasakan bahwa
sms darinya itu hal penting buatku, setidaknya dapat mengobati rasa kangen ku padanya.
Paginya aku ribut sama dia melalui sms, rasa curigaku, rasa cemburuku semakin kuat, aku bilang sama dia, Aku cemburu liat teman-teman di FBmu yang menggodai kamu tolong ganti statusmu itu. Ga usah kamu mencantumkan aku sebagai pacarmu!!!
aku Sms terus menerus, dan diapun memilih diam, amarahku makin diubun-ubun. dan ia pun berucap
"MEMANG AKU MASIH LAJANG, BELUM PUNYA SUAMI?"..
ah sialll fikirku, emang aku dianggap apa? terlebih lagi janji-janji berdua telah kita ucapkan, a
ku pegang semua omongannya, dan aku mau melakukan apa saja demi dia, kenapaaaaa dia lupa dengan janjinyaaaaaaaaa?, terlebih lagi syarat2 untuk mempersunting dia telah aku sanggupi, satu tahun lagi aku akan menikahinya, akhirnya kata-kata cacian dan makian aku lontarkan !! sungguh aku khilaf itu hanya luapan emosiku.
Akhirnya dengan berbesar hati, aku mohon maaf kepadanya, karena aku merasa bersalah dengan cacian itu,
tapi asal kamu tahu, cowo mana yang gak marah yang tak dianggap sebagai kekasihnya, terlebih lagi janji-janji itu telah diucapkan. Kalau masih masa pacaran pastinya aku tidak mempermasalahkan, apalagi layaknya ABG kaya dulu. dan jangan berlindung di balik cacimaki ku seolah-olah dalam masalah ini aku yang salah padamu. Aku tahu ini yang kamu cari, biar bisa lari dari semua tanggung jawabmu, seandainya tidak ada kata-kata tersebut, aku pasti akan bersifat masa bodoh dan cuek denganmu.
Usia kita udah pantas untuk menjadi suami istri, dan itu kemauanku, ku coba tuk sms dia, kirim massage FB, aku kasih puisi gak mempan, kasih joke, kaga ketawa, sms gak dibales-bales, ah pantang menyerah terus ku kejar dia, walaupun dalam masalah ini kita berdua memang sama-sama salah.
Aku tetap berharap dia kembali padaku, karena kecurigaanku
belum terbukti. Hari-hari yang amat berat, bikin aku begadang, menggangu kenikmatan sarapan, kerjaan kaga konsen, males beribadah, bah ga konsen banget!!
Aku akui aku gampang marah, egois, dan cemburuan aku akui itu, makanya aku selalu berbesar hati dan selalu aku yang pertama kali meminta maaf padamu, tapi kenapa kamu tidak mengerti, kenapa sifat diammu masih kamu pelihara, kenapa keterbukaan itu tidak ada?. Kamu sendiri yang bilang keterbukaan itu lebih baik. Aneh ucapan sendiri tidak diterapkan. Ngomong pagi sore udah lain lagi.........!!
Insting seorang lelaki apalagi seorang kekasih pasti sangat kuat, kegelisahan dan kekhawatiran pasti ada apa-apa dengan pasangannya, terbukti. Ternyata ada lelaki lain yang mengejar dia, bodohnya dia malah menerima segala pemberiannya, kenapa kaga bilang sama aku?? kalau penting-penting amat aku juga pasti maksain..............!!!
bodoh banget disaat aku sudah menyanggupi segala keinginanmu, tapi kamu tidak berbicara padaku, mungkin kamu berfikiran gak baik rezeki di tolak, itu salah, semua pemberian lelaki pasti ada maksud dan tujuan tertentu, terbukti dengan perasaan kamu yang tidak enak sama dia, mungkin merasa iba atau apalah.
Akhirnya masalah ini sedikit-sedikit terbuka, penghianatan dan omong kosongnya terbukti, dia mempunyai lelaki lain, lelaki yang lebih mapan dengan profesi yang mungkin fikirnya dapat memberikan apa yang diinginkan, mobil, kemewahan, kerjaan yang madesa (masa depan cerah)........ hmmm....
Hatiku merasa terpukul, kecewaaaaaa, kesalllll, batinku rapuh, ini sangat menyiksaku, Benar-benar ini suatu penyakit bagiku. Penyakit yang sulit aku obati. Teganya kamu berbuat itu..... maraaaaaaaahhh... ku sangat marah......... aku sumpahin kamu ga hidup tenang!!
Materi, materi, materi, ketakutan, ketakutan akan kemiskinan!! siapa yang tidak suka materi?? siapa yang gak takut kemiskinan??? semua orang tahu itu dan semua orang ingin hidup lebih baik!! kenapa janji itu kamu ucapkan kalau tidak bisa kamu tepati, aku disini memang salah
SALAH MENJADI ORANG MISKIN... dan SELALU DIANGGAP SEBELAH MATA olehMUU...
Apa aku harus menyalahkan Tuhan yang telah menyusun kehidupan ini?? apa aku harus menyalahkan kedua orang tuaku??? AHHHH perasaan aku ga kere-kere amattttttttt. Aku sudah berusaha jujur dengan keadaanku, dan kamupun bangga akan kejujuranku..
MASIH INGAT TIDAK???
waktu itu diotakku hanya ada balas dendam dan ingin menyakitinya, ingin membuat dia menyesal seumur hidup. Tekad ituuuuuuu... aku ingin mengakimi dirinya!! Alhamdulillah hidayah dari Tuhan lagi-lagi datang dari siapa saja, hanya dengan Faceboook pikiranku yang kuat itu dapat berubah.. Terima kasih pak mario atas kutipan dan kata-kata motivasinya.. Kini membuatku lega. Aku tak bisa mencelakakannya, dan menyakitinya, karena rasa sayangku padanya yang begitu besar, walupun sakit hati dan penghianatan ini dia lakukan.
engkau sakit hati ya?
Begini, ikuti cara ini,
Mulailah dengan bersedih,
...marahlah, dan pikirkan pembalasan.
Lalu sadarilah bahwa
itu tak mungkin kau lakukan,
sadarilah juga bahwa dia tak tahu dan
tak peduli dengan deritamu itu.
Terus untuk apa kau gunakan waktu,
pikiran, dan kewarasanmu
untuk memikirkan dia yang tak memikirkanmu?
Sudahlah.
Berfokuslah menjadikan dirimu pandai dan mampu.
Lihat saja nanti.........
Lihat saja nanti,.... benar lihat saja nanti....Aku sebagai mahluk-Nya tidak pantas untuk mengahakimi mu, aku tidak pantas.. biarlah semua kebohongan dan semua omongkosongmu aku serahkan kepada Tuhan, dan tetap aku selalu berdoa yang terbaik buatmu!! Berbahagialah dengannya, aku yakin bersamanya kamu akan bahagia, harta, kekayaan, anak yang sehat semuanya pasti ada jika kamu hidup dengannya. Lengkap sudah..
Diriku yang kini sendiri tanpa kamu disisiku, candamu, senyummu, semuanya sulit untuk dilupakan. Aku sekarang mencoba tersenyum dan merestui hubungannya................
Biarlah cerita ini aku kubur dengan berkurangnya usiaku,
Biarlah luka ini aku obati dengan berkurangnya waktu.
Hidup tak lebih dari 63 tahun, kesenangan duniawi yang semu, yang dapat membutakan hati, dan akal sehat.
Terima kasih atas semua kepalsuan ini, terima kasih atas omong kosong ini, terima kasih atas semua Janji palsumu dan terima kasih atas semua kebohongan yang begitu MANIS ku rasakan, permainan ini sudah berakhir, aku bukanlah permainan mu yang bisa kau mainkan kapan saja.
Hatiku Rapuh, Jiwaku hilanggggggggg
OPAY TETAP SEMANGATTTTTTTT